The Prophet bercerita tentang Mustofa yang menjadi tahanan rumah selama 7 tahun. Ia memiliki pembantu rumah tangga dan pembantu rumah tangga itu memiliki seorang anak perempuan yang bisu. Ia dikurung karena puisi-puisinya terlalu berpengaruh.
Masalah mulai muncul ketika sersan datang untuk membebaskannya. Mereka bertiga berjalan dari rumah tahanan yang berada di bukit menuju pelabuhan. Di jalan mereka bertemu dengan banyak sekali para pendukung Mustofa. Mereka pun mengadakan pesta selama lima menit.
Di pasar, si gadis yang bisu itu mendengar bahwa sersan membutuhkan bantuan petugas yang lain. Sersan menelepon markas untuk mengirimkan bala bantuan. Mulai dari detik itu, si gadis kecil itu mulai menaruh curiga terhadap sersan.
Di pelabuhan, Mustofa tidak dibawa ke dalam kapal melainkan di bawa ke dalam sebuah rumah. Hal ini membuat para pendukung menjadi geram dan menuduh sersan berbohong karena berkata akan membebaskan Mustofa. Mustofa pun menenangkan para pendukungnya.
Di dalam ruangan, Mustofa bertemu dengan seorang pria berseragam. Ia menawarinya untuk menandatangani sebuah surat pernyataan bahwa semua kata-katanya termasuk puisi-puisinya hanya dusta nestapa. Akan tetapi Mustofa menolak dengan tegas untuk menandatanganinya.
Akhirnya Mustofa dipenjara. Ia terkurung seorang diri di dalam sel tahanan. Akan tetapi seorang gadis kecil pun akhirnya berbicara kepada Mustofa. Ia bicara sehingga Mustofa menyerahkan semua hasil karyanya kepada gadis itu. Di tempat hukuman, Mustofa berdiri untuk ditembak.
Sementara itu, si gadis dan ibunya bergegas untuk menyelamatkan hasil karya Mustofa yang ada di rumah di atas bukit. Mereka segera menyelamatkan hasil karya tersebut sebelum sersan datang untuk membakar semua hasil karya tersebut. Sementara itu letupan suara tembakan pun terdengar. Gadis itu dan ibunya terkejut bukan main.
Akhir kisah, Mustofa ada di atas kapal. Gadis kecil itu menunjuk ke arah kapal untuk memberi tahu kepada ibunya bahwa Mustofa tidak mati melainkan ia berdiri di atas kapal. Ia menghadap ke arah depan menyongsong lautan. Sementara burung-burung putih terbang di sekitar kapal itu.

0 comments: