Ini film tahun 2002 judulnya Catch Me If You Can . Film ini sungguh mendebarkan jika dilihat dari segi alurnya. Aku sangat menyukai al...

Catch Me If You Can (2002)


Ini film tahun 2002 judulnya Catch Me If You Can. Film ini sungguh mendebarkan jika dilihat dari segi alurnya. Aku sangat menyukai alurnya karena alurnya tidak mudah ditebak. Kita selalu dibawa dalam tanda tanya, kira-kira jalan cerita ini akan sampai di mana. Setiap menit waktu berlalu tidak sedikit pun membosankan. Aku sangat menyukai film ini. Jujur saja, aku sudah tahu judul film ini beberapa tahun yang lalu, akan tetapi aku baru menonton film ini hari ini.

Hal yang membuat aku tertarik adalah karakter Brenda Strong yang diperankan oleh Amy Adams. Amy Adams ini sangat cocok jika berperan sebagai seorang suster yang penuh dengan emosi. Ke mana-mana selalu membawa-bawa perasaan. Karakternya sebagai seorang suster sungguh sangat menawan dan sama sekali tidak mengecewakan. Ini film tahun 2002 tapi film ini punya kualitas seperti film pada tahun 2012. Ya, aku sangat mengapresiasi atas peran yang dibawakan oleh Amy Adams. Dia sungguh berhasil memainkan peran seorang suster muda yang penuh dengan energi.

Hal lain yang membuat aku tertarik pada film ini, tak lain dan tak bukan adalah kecerdasan seorang Frank. Aku pun sama sekali tidak dapat mengikuti jalan pikiran Frank. Tapi mengingat film ini diangkat dari kisah nyata. Sejujurnya, aku sangat penasaran dengan nasib para tokoh-tokoh dalam film ini, termasuk nasib Brenda Strong.

Sebetulnya jika mengharapkan sekuel kedua, tentu sudah pasti sulit untuk diwujudkan. Karena cerita telah berakhir dan Frank telah tertangkap dan dia kini bekerja bersama FBI. Sungguh hebat film ini, apalagi film ini diangkat dari kisah nyata. Kalau saja ada bukunya, pasti aku akan membaca buku. Aku ingin melihat setiap nasib para tokoh-tokohnya. Bagaimana mereka hidup sekarang ini. Mengingat latar film ini sudah sangat lama sekali.

1 comments:

Film Dark Places diangkat dari sebuah novel karya Gillian Flynn. Pada mulanya aku sama sekali tidak tahu bahwa film ini diangkat dari...

Dark Places (2015)


Film Dark Places diangkat dari sebuah novel karya Gillian Flynn. Pada mulanya aku sama sekali tidak tahu bahwa film ini diangkat dari sebuah novel. Setelah aku menonton film ini barulah aku tahu bahwa film ini diangkat dari sebuah novel. Dan benar saja, film ini punya jalan cerita yang begitu bagus. Tak akan kecewa kamu menonton film ini. Setiap mahakarya film yang diangkat dari sebuah novel pastilah jalan cerita dalam film itu bagus.

Tampaknya aku harus mulai membaca novel-novel karya Gillian Flynn. Seumur hidupku aku belum pernah membaca novel karya Gillian Flynn. Sungguh baik rasanya jika suatu hari nanti aku dapat membaca novel karya Gillian Flynn tanpa perlu berbekal penerjemah bahasa sebab penerjemah bahasa selalu merusak estetika dalam tata bahasa sebuah novel.

Film ini cukup menyentuh. Aku tahu bahwa orang-orang yang membaca novel atau menonton film tak pernah tertarik pada ketampanan atau kecantikan wajah, akan tetapi lebih dari itu. Para pembaca atau penonton itu pastilah tertarik pada karakteristik dalam sebuah tokoh. Dalam film ini, tokoh Ben Day cukup memiliki karakter. Karakter yang ditampilkan pada tokoh Ben Day sangat pemaaf. Dan ia sama sekali tak memiliki dendam sedikit pun. Mungkin adalah salah jika dia terjerumus ke dalam pergaulan yang bebas dan salah memilih pasangan.

Setelah sekian lama, akhirnya aku baru mendapat suguhan cerita yang berkelas. Dari hari ke hari, aku menonton film, akan tetapi film yang aku tonton hanya film-film yang tidak begitu mementingkan cerita. Tapi kalau film ini, film ini memiliki cerita yang bagus. Saat aku menonton film ini, aku menjadi teringat akan karakter itachi dalam kartun naruto.

1 comments:

Film Paterson sangat menarik setidaknya bagi orang macam saya. Kenapa demikian? Karena, pertama, film ini berbicara melalui puisi...

Paterson (2016)


Film Paterson sangat menarik setidaknya bagi orang macam saya. Kenapa demikian? Karena, pertama, film ini berbicara melalui puisi. Kedua, film ini bergenre drama. Ketiga, aku suka dengan karakter yang ada dalam film ini. Keempat, aku suka dengan latar tempat dalam film ini, semoga suatu hari nanti aku dapat berkunjung ke tempat itu. Kelima, film ini bercerita tentang kehidupan orang yang sederhana. Keenam, tokoh utama dalam film ini seperti temanku.

Sedikit berbagi cerita, aku dulu punya teman. Dan sekarang pun ia masih menjadi temanku meski pun ia telah kembali ke kampung halamannya. Dia agak pendiam, dan tidak suka menggunakan smartphone. Ia suka menulis puisi dan tidak suka menggunakan smartphone. Kedua hal itu menjadi kesamaan antara temanku dan tokoh utama dalam film ini.

Kalau saudara bertanya, adegan mana yang paling berkesan? Maka saya jawab, adegan yang paling berkesan adalah ketika Paterson selepas pulang bekerja berjalan kaki dan berjumpa dengan seorang gadis muda yang juga sangat suka menulis puisi. Kamu tahu, kawan, hal terhebat di dunia ini hanya terjadi jika kita berjumpa dengan orang yang memiliki hobi yang sama.

Namun sayang, adegan itu hanya sekali. Paterson tidak berjumpa lagi dengan gadis itu hingga film usai dan penonton pun pulang ke rumah masing-masing untuk bobo. Tetapi, walau bagaimana pun juga, film ini luar biasa. Seperti yang sudah aku katakan sejak awal, film Paterson sungguh sangat menarik untuk ditonton oleh mereka yang suka menulis puisi.

1 comments: